suatu senja menuju gelapnya malam , dingin , dan sendiri membayangkan apa yang akan terjadi dimenit menit berikutnnya , alunan musik dari payung teduh terputar aiyy.... untuk perempuan yang sedang dalam pelukkan judulnnya , disetiap lirik makin membius otak mendiamkan diri untuk beberapa saat , tak terasa secangkir kopi yang penuh tinggal separuh , ditengah waktu paruh kesendirian mulailah turun sedikit rintikkan yang sangat bervarisi detik pertama hannya titisan kecil setelah menit berjalan mulai turun air yang membasahi tanah.... aihhh aroma tanah basah sambil kulihat keluar jendela mereka berlari lari , mereka terlihat menikmati turunnnya hujan tersebut tapi aku melihat raut cemas disetiap wajah yang lewat aku ingat waktu kita berdua menikmati derasnnya hujan waktu itu , dari balik kaca ku melihat sepasang muda mudi yang tengah kasmaran sebuah peluk kan erat dari sang wanita menandakan kecintaannya namun itu hannya dugaan ku tanpa ku tau yang sebenarnnya gimna ahhh sudahlah kataku... hemm sayup lirik terdengar " dimalam hari.. menuju pagi . sedikit cemas.. bayang rindunya ". sebuah lirik itu cukup mewakili perasaanku waktu itu .tak pernah kupalingan mata dari kaca berharap ia lewat iyaa dia sang pujaan hati ini hemm kaca iya ? kaca bening , dari kaca memang masih bisa kulihat engkau namun kaca itu membatasi ruang gerakku dan aku hannya bisa melihatmu tanpa bisa menyentuhmu... hayalku disebuah tempat yang berbeda..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar